Rabu, 25 Februari 2009

Cara Memakai Soft lens

video

Taukah kalian larutan apakah yang ditambahkan sebelum soft lens tersebut dipakai ?

adakah larutan penyangga dari deretan pengawet dibawah ini??

Deretan Pengawet yang Diizinkan
Penulis : Ikarowina Tarigan

SADARKAH Anda kalau hampir setiap hari Anda memenuhi tubuh dengan berbagai zat pengawet? Kata-kata seperti poli, dextro, atau carbonat, pada label makanan yang Anda konsumsi merupakan sebagian di antaranya. Sebagian besar dari komponen yang membingungkan ini berfungsi untuk menjaga agar makanan yang Anda konsumsi terbebas dari bakteri.

Sebagian besar dari pengawet ini telah dinyatakan aman oleh badan pengawet obat dan makanan Amerika (FDA). Akan tetapi, tidak semunya aman. Berikut beberapa pengawet yang aman bagi kesehatan. Demi keamanan, pastikan Anda membaca label makanan sebelum membeli untuk memastikan pengawet yang digunakan aman.

Pengawet yang lebih baik

Berikut beberapa pengawet yang dinyatakan benar-benar aman untuk dikonsumsi oleh FDA:

1. Vitamin C

Selain berperan sebagai vitamin esensial yang berpotensi mencegah kanker dan sebagai sumber suplemen bernutrisi, vitamin C juga merupakan pengawet yang baik. Vitamin C kaya kandungan yang berfungsi mencegah oksigen dari kerusakan. Dengan begitu makanan juga akan tetap segar dan penuh warna.

Terdapat dalam: Karena berperan ganda sebagai vitamin dan pengawet, vitamin C (yang sering dikenal dengan nama ascorbic acid pada label makanan) digunakan dalam berbagai makanan. Bisa ditemukan mulai dari daging olahan seperi ham serta berbagai jus buah. Selain itu, bisa juga ditemukan pada tepung sereal, jelly, dan jamur kalengan.

2. Asam sitrat (citric acid)

Asam sitrat masih berdekatan dengan vitamin C dan sama-sama merupakan pengawet alami yang baik. Kandungan asam di dalamnya berfungsi mencegah pertumbuhan bakteri dan jamur. Asam sitrat dinyatakan aman pada 99.9% populasi. Ada sebagian kecil yang alergi dengan asam sitrat, tetapi kondisi ini sangat jarang dan hampir tidak ada sama sekali.

Terdapat dalam: Asam sitrat banyak digunakan pada berbagai minuman ringan untuk pengawet dan penambah rasa.

3. Sodium benzoat dan asam benzoat (Sodium benzoate and benzoic acid)

Meskipun namanya kedengaran seperti zat kimia yang diproduksi di laboratorium, kedua pengawet ini berasal dari alam. Keduanya banyak terdapat pada cranberries, buah yang telah dikeringkan, plum, kulit manis, cengkeh dan apel. Kedua bahan ini mengandung komponen antibakteri yang jika ditambahkan ke makanan bisa mencegah pertumbuhanbakteri dan jamur.

Terdapat dalam: Kedua zat ini terdapat pada berbagai produk termasuk selai, minuman, dressing, salad, kue tart, serta berbagai makanan lainnya.

4. Sorbates

Sorbates merupakan salah satu pengawet terbaik. Sifatnya yang tidak berasa, tidak berbau dan tanpa efek samping membuat pengawet satu ini digunakan luas pada berbaagi produk makanan industri. Sorbates ini meliputi sorbic acid, potassium sorbate, sodium sorbate, dan calcium sorbate. Semua komponen ini berfungsi mencegah pertumbuhan bakteri dan jamur.

Terdapat dalam: Sorbates banyak digunakan pada berbagai produk termasuk keju, yogurt, roti, kue,minuman, margarin, produk buah, dan dressing. (OL-08)

Carilah mana larutan penyangga dari bahan-bahan dibawah ini!!!!

Bahan Baku dan Bahan Tambahan
Bahan baku yang digunakan dalam pembuatan minuman nata de coco adalah
nata de coco, gula (sukrosa), dan air. Sedangkan bahan tambahan yang digunakan
antara lain sodium sitrat, asam sitrat, asam sorbat, natrium benzoat, pewarna, dan
flavor.

Nata de Coco
Nata de coco adalah suatu pertumbuhan yang menyerupai gel yang terapung di
permukaan medium yang mengandung gula dan asam hasil fermentasi air kelapa
dengan bantuan mikroba Acetobacter xylinum. Nata yang digunakan untuk produksi
minuman nata de coco berasal dari suplier lokal di sekitar pabrik yang telah dipotong
kotak-kotak sesuai standar perusahaan.

Air
Air berperan penting dalam pembuatan sirup gula. Sumber air yang digunakan
adalah air tanah yang telah ditampung dalam tangki berkapasitas besar.

Gula (Sukrosa)
Gula yang digunakan untuk pembuatan sirup gula adalah gula pasir dari bit yang
diimpor dari Australia. Sirup yang dibuat dari gula impor memiliki tingkat kejernihan
yang lebih tinggi bila dibandingkan dengan sirup gula pasir lokal. Gula berperan
penting dalam menentukan cita rasa dari nata de coco. Dalam konsentrasi tertentu
gula bersifat sebagai pengawet bahan pangan karena mampu menurunkan Aw bahan
pangan.

Asam Sitrat dan Sodium Sitrat
Asam sitrat dan sodium sitrat (natrium sitrat) digunakan sebagai bahan pengasam.
Asam sitrat berfungsi menurunkan pH medium, menstabilkan warna, memberikan
flavor tertentu, mengikat logam (Fe dan Mg), dan menghambat pertumbuhan
mikroba. Sedangkan sodium sitrat berfungsi untuk mempertahankan tekstur nata.

Asam Sorbat dan Natrium Benzoat
Asam sorbat dan Na benzoat ditambahkan sebagai pengawet untuk memperpanjang
masa simpan produk. Dosis penggunaan bahan pengawet tersebut berdasarkan
peraturan Departemen Kesehatan RI. Dosis penggunaan Na benzoat yang diperbolehkan
adalah 600 – 1000 mg/kg. Na benzoat (C6H5COOH) merupakan bahan pengawet
yang luas penggunaannya dan sering digunakan pada bahan makanan yang asam.
Bahan ini digunakan untuk mencegah pertumbuhan khamir dan bakteri. Benzoat efektif
pH 2.5 – 4.0. Kelarutan garam benzoat lebih lebih tinggi, sehingga biasanya digunakan
dalam bentuk garam Na benzoat. Asam sorbat biasa digunakan dalam bentuk
garam kalium dan mampu menghambat pertumbuhan kapang, khamir, tetapi tidak
efektif terhadap bakteri. Sorbat aktif pada pH di atas 6.5 dan keaktifannya akan
menurun dengan meningkatnya pH.

Flavor
Flavor ditambahkan dalam minuman nata de coco untuk mendapatkan cita rasa
yang diinginkan. Flavor yang digunakan adalah flavor melon, strawberry, raspberry,
dan fruity.

Rabu, 18 Februari 2009

larutan buffer

Larutan buffer adalah:

a. Campuran asam lemah dengan garam dari asam lemah tersebut.
Contoh:
- CH3COOH dengan CH3COONa
- H3PO4 dengan NaH2PO4
b. Campuran basa lemah dengan garam dari basa lemah tersebut.
Contoh:
- NH4OH dengan NH4Cl

Sifat larutan buffer:
- pH larutan tidak berubah jika diencerkan.
- pH larutan tidak berubah jika ditambahkan ke dalamnya sedikit asam atau basa.

CARA MENGHITUNG LARUTAN BUFFER

1.

Untuk larutan buffer yang terdiri atas campuran asam lemah dengan garamnya (larutannya akan selalu mempunyai pH < 7) digunakan rumus:

[H+] = Ka. Ca/Cg

pH = pKa + log Ca/Cg

dimana:
Ca = konsentrasi asam lemah
Cg = konsentrasi garamnya
Ka = tetapan ionisasi asam lemah

Contoh:

Hitunglah pH larutan yang terdiri atas campuran 0.01 mol asam asetat dengan 0.1 mol natrium Asetat dalam 1 1iter larutan !
Ka bagi asam asetat = 10-5

Jawab:

Ca = 0.01 mol/liter = 10-2 M
Cg = 0.10 mol/liter = 10-1 M

pH= pKa + log Cg/Ca = -log 10-5 + log-1/log-2 = 5 + 1 = 6

2.

Untuk larutan buffer yang terdiri atas campuran basa lemah dengan garamnya (larutannya akan selalu mempunyai pH > 7), digunakan rumus:

[OH-] = Kb . Cb/Cg

pOH = pKb + log Cg/Cb

dimana:
Cb = konsentrasi base lemah
Cg = konsentrasi garamnya
Kb = tetapan ionisasi basa lemah

Contoh:

Hitunglah pH campuran 1 liter larutan yang terdiri atas 0.2 mol NH4OH dengan 0.1 mol HCl ! (Kb= 10-5)

Jawab:

NH4OH(aq) + HCl(aq) ® NH4Cl(aq) + H2O(l)

mol NH4OH yang bereaksi = mol HCl yang tersedia = 0.1 mol
mol NH4OH sisa = 0.2 - 0.1 = 0.1 mol
mol NH4Cl yang terbentuk = mol NH40H yang bereaksi = 0.1 mol
Karena basa lemahnya bersisa dan terbentuk garam (NH4Cl) maka campurannya akan membentuk
Larutan buffer.

Cb (sisa) = 0.1 mol/liter = 10-1 M
Cg (yang terbentuk) = 0.1 mol/liter = 10-1 M
pOH = pKb + log Cg/Cb = -log 10-5 + log 10-1/10-1 = 5 + log 1 = 5

pH = 14 - p0H = 14 - 5 = 9